Selasa, 15 Oktober 2013

My Life is Adventure



My Life is Adventure

tunggu di puncak kesuksesanku

Namaku Iin Intan Uljanah, ya itulah namaku nama yang bagi aku sangat menarik dan penuh tanda tanya bagi sebagian orang, ada yang bilang pemborosan kata (haha)  iin intan”, it’s ok i am not thinking about it, yang terpenting nama yang diberikan oleh orangtuaku adalah nama yang terbaik untukku. Nama adalah sebuah do’a dan keluargaku biasa memanggilku “iim” ,heha aneh tapi ya emang begitu panggilanku!! Nama “iin” tapi dipanggil “iim”.

Dan aku baru menyadari ketika aku akan lulus SD tepatnya ketika umurku 11 tahun. Setelah aku menyadarinya ternyata namaku melalui fase-fase sejarah yang panjang jika aku ceritakan mungkin 1 lembar foliopun tidak cukup. Kalau orang yang baru mengenalku atau teman-teman di kampus dan sekolahku biasa memanggilku “iin” or “intan”. Nah lohh...!! jadi bingung lagi kan..? Banyak temen-temen yang beranggapan namaku “intan” tapi dipanggil “iin”. Yahhh, terserah lah mau memanggil aku siapa?? yang penting sudah punya nama resmi yang disahkan kepala dinas kependudukan yang tentunya sudah terdaftar sebagai WNI sesuai di pencatatan sipil (akta). :D :D

Aku dilahirkan dari seorang ibu bernama Maimunah dan ayahku Imam Soetopo tepatnya pada hari Selasa, 27 Juni 1995. Hari kelahiran yang insyaAllah penuh berkah, amin. Aku dilahirkan di kota Banyuwangi, Jawa Timur. Aku anak ke 3 dari dari 3 bersaudara, namun 1 orang kakakku meninggal ketika berumur 1 tahun. Aku dilahirkan dari keluarga yang sederhana, orangtuaku bukan berasal dari keluarga kaya namun atas kerja keras dan semangat orang tuaku untuk menyekolahkan anaknya, akhirnya aku dan kakakku bisa mengenyam sekolah sampai diperguruan tinggi. Berawal dari pendidikan TK khodijah glenmore, SDN 5 Sumbergondo, SMPN 2 Genteng, SMAN 1 Giri banyuwangi dan sekarang tengah kuliah Teknik Informatika di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta.

 Berawal dari sini aku mulai menyadari setelah sebelumnya aku terlalu santai tanpa memikirkan orangtua yang bekerja keras menyekolahkan anaknya. Jika mengingat masa lalu aku ingin menangis dan menyesal betapa bodohnya diriku tidak memanfaatkan waktu sebagai sesuatu yang berharga. Dan dari sini aku mulai menyadari dan mencari betapa banyaknya kesalahan yang pernah aku perbuat, yang membuat mimpi-mimpi itu tidak terwujud.

Mulai saat ini aku bertekad untuk mewujudkan mimpi-mimpi besar itu, tanpa banyak omongan besar tapi juga “ACTION” yang akan ku tunjukkan. Aku juga termasuk seorang yang pemimpi besar dan optimisme tinggi, dan sekarang ada 97 mimpi besar yang kutuliskan dalam 2 lembar kertas salah satunya dapat berpetualang dari negara satu ke negara lain di dunia , untuk mencari ilmu pengetahuan yang aku harap bisa menjadi sebuah renungan untuk menjadi lebih baik untuk diri sendiri, keluarga, agama, dan orang-orang disekitarku. Amin..

Aku akan berjuang menjadi pribadi  yang lebih baik dengan mimpi-mimpi besarku, terimakasih untuk orangtuaku yang selalu sabar menghadapiku dan selalu memotivasiku untuk mewujudkan mimpi-mimpi besar itu. Selain itu aku juga terimakasih kepada orang-orang yang telah menghipnotis saya menjadi lebih baik. Dan terakhir aku juga berterimakasih kepada Maha Pencipta “ALLAH SWT” yang telah memberikan hidayah untuk bisa menjadikan saya insan yang nantinya akan kembali ke tujuan penciptaan manusia yaitu “khalifah” yang diridhoi  sekaligus sukses di dunia dan akhirat.. :) :)


Selamat membaca perjalanan hidupku, semoga kalian mendapat hikmah dari semua ini. Amin...

 

Selamat berjumpa di puncak kesuksesan kawan!! FIGHTING!!!!

4 komentar:

  1. life is never flat, yeah :D

    BalasHapus
  2. keren nih artikel, memotivasi banget, makasih ya kakak :D

    BalasHapus
  3. keren buangettttzzz kak, nice

    BalasHapus
  4. artikelnya bagus kak, sangat membantu untuk memcahkan teori revolusi. :D

    BalasHapus