My Life is Adventure
 |
| tunggu di puncak kesuksesanku |
Namaku Iin Intan
Uljanah, ya itulah namaku nama yang bagi aku sangat menarik dan penuh tanda
tanya bagi sebagian orang, ada yang bilang pemborosan kata (haha) “iin intan”, it’s ok i am not thinking
about it, yang terpenting nama yang diberikan oleh orangtuaku adalah nama yang
terbaik untukku. Nama adalah sebuah do’a dan keluargaku biasa memanggilku “iim” ,heha aneh tapi ya
emang begitu panggilanku!! Nama “iin” tapi dipanggil “iim”.
Dan aku baru
menyadari ketika aku akan lulus SD tepatnya ketika umurku 11 tahun. Setelah aku
menyadarinya ternyata namaku melalui fase-fase sejarah yang panjang jika aku
ceritakan mungkin 1 lembar foliopun tidak cukup. Kalau orang yang baru
mengenalku atau teman-teman di kampus dan sekolahku biasa memanggilku “iin” or “intan”.
Nah lohh...!! jadi bingung lagi kan..? Banyak temen-temen yang beranggapan
namaku “intan” tapi dipanggil “iin”. Yahhh, terserah lah mau memanggil aku
siapa?? yang penting sudah punya nama resmi yang disahkan kepala dinas
kependudukan yang tentunya sudah terdaftar sebagai WNI sesuai di pencatatan
sipil (akta). :D :D
Aku dilahirkan
dari seorang ibu bernama Maimunah dan ayahku Imam Soetopo tepatnya pada hari
Selasa, 27 Juni 1995. Hari kelahiran yang insyaAllah penuh berkah, amin. Aku dilahirkan
di kota Banyuwangi, Jawa Timur. Aku anak ke 3 dari dari 3 bersaudara, namun 1
orang kakakku meninggal ketika berumur 1 tahun. Aku dilahirkan dari keluarga
yang sederhana, orangtuaku bukan berasal dari keluarga kaya namun atas kerja
keras dan semangat orang tuaku untuk menyekolahkan anaknya, akhirnya aku dan kakakku
bisa mengenyam sekolah sampai diperguruan tinggi. Berawal dari pendidikan TK khodijah
glenmore, SDN 5 Sumbergondo, SMPN 2 Genteng, SMAN 1 Giri banyuwangi dan
sekarang tengah kuliah Teknik Informatika di Universitas Islam Negeri (UIN)
Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Berawal dari sini aku mulai menyadari setelah
sebelumnya aku terlalu santai tanpa memikirkan orangtua yang bekerja keras
menyekolahkan anaknya. Jika mengingat masa lalu aku ingin menangis dan menyesal
betapa bodohnya diriku tidak memanfaatkan waktu sebagai sesuatu yang berharga. Dan
dari sini aku mulai menyadari dan mencari betapa banyaknya kesalahan yang
pernah aku perbuat, yang membuat mimpi-mimpi itu tidak terwujud.
Mulai saat ini
aku bertekad untuk mewujudkan mimpi-mimpi besar itu, tanpa banyak omongan besar
tapi juga “ACTION” yang akan ku tunjukkan. Aku juga termasuk seorang yang
pemimpi besar dan optimisme tinggi, dan sekarang ada 97 mimpi besar yang kutuliskan
dalam 2 lembar kertas salah satunya dapat berpetualang dari negara satu ke
negara lain di dunia , untuk mencari ilmu pengetahuan yang aku harap bisa menjadi
sebuah renungan untuk menjadi lebih baik untuk diri sendiri, keluarga, agama,
dan orang-orang disekitarku. Amin..
Aku akan
berjuang menjadi pribadi yang lebih baik
dengan mimpi-mimpi besarku, terimakasih untuk orangtuaku yang selalu sabar
menghadapiku dan selalu memotivasiku untuk mewujudkan mimpi-mimpi besar itu. Selain
itu aku juga terimakasih kepada orang-orang yang telah menghipnotis saya
menjadi lebih baik. Dan terakhir aku juga berterimakasih kepada Maha Pencipta “ALLAH
SWT” yang telah memberikan hidayah untuk bisa menjadikan saya insan yang
nantinya akan kembali ke tujuan penciptaan manusia yaitu “khalifah” yang
diridhoi sekaligus sukses di dunia dan
akhirat.. :) :)
Selamat membaca perjalanan
hidupku, semoga kalian mendapat hikmah dari semua ini. Amin...
Selamat berjumpa di puncak
kesuksesan kawan!! FIGHTING!!!!